Minggu, 14 Februari 2010

Untitled


Menyikapi hari, suasana sepi.
Menikmati nafas, alam tak berasa.
Beragam warna terbayang sekilas.
Menyingkirkan luka tanpa diminta.

Pernah aku sadar tanpa itu semua,
dalam terang surya selalu terjaga.
Memahami makna arti kenyataan,
keremangan senja selipkan hampa.

Memalingkan wajah, mengacuhkan muka.
Menyemaikan arti, bukan suara hati.
Ingin berbicara hasrat dan ungkapan,
masih pantaskah aku disampingmu???

Disini Tanpamu


Berjalan dilalui hari warnai hitam putih hidup ini,
mencoba mencari inti jiwa yang tertidur dalam derasnya,
sisi dunia yang terus berputar membawa diriku.

Ku coba lagi tuk berbalik menatap jejak yang sempat ku ukir,
namun ternyata aku tertinggal dari langkah-langkah yang berlalu,
cepat meninggalkan diriku sendiri dalam sunyiku.

Begitu hitam cobaan yang ku temui,
mencoba menghempaskanku ke jalan penuh liku.
Namun ku anggap itu semua,
bagian dari cerita hidupku yang tak kan berakhir.

Dan aku tak ingin disini tanpamu,
menanti waktu yang berlalu.
Membawaku ke batas sepiku,
tempat yang ku rasa tak kan mungkin,
ku temui selamanya tanpa dirimu di sisihku.

Bukan Akhir Dunia



Begitu banyak kisah yang datang silih berganti,
tak henti mewarnai setiap jejak langkahmu.
Begitupun adanya kepingan makna dirimu,
yang terserak diantara lembaran kisah hidupmu.

Dan kini kau terjebak ditengah riuh dunia,
terhimpit diantara hitam putih kehidupan.
Sementara sang waktu tak akan mau menunggu,
seiring denyut hidup ia kan terus berdetak.

Sebaiknya kini engkau mulai berangan,
sebelum kau terhanyut oleh deras arus kehidupan.
Dan jangan pernah merasa inilah akhir dunia,
seolah tak ada lagi jalan untuk kembali.

Saat jiwamu meredup,
Saat kegelapan menyelimutimu,
Sisakan satu ruang untuk bercermin,
Dan dengarkan mata hatimu berkata.
Jangan pernah berhenti mengejar semua mimpimu,
Karena ini bukanlah sebuah akhir dunia. . . . .